Spring 2014
Haikyuu!!
Production I.GSejak menyaksikan “Si Raksasa Kecil” dan keterampilannya yang menakjubkan di lapangan voli, Shouyou Hinata telah terpesona oleh dinamika olahraga ini. Meskipun upayanya untuk melakukan debut sebagai pemain voli reguler selama turnamen sekolah menengah gagal total, ia ingin membuktikan bahwa tinggi badannya yang kurang mengesankan bukanlah penghalang di hadapan tekad dan ketekunannya yang kuat.
Ketika Hinata mendaftar di SMA Karasuno, almamater Si Raksasa Kecil, ia percaya bahwa ia selangkah lebih dekat dengan tujuannya untuk menjadi pemain voli profesional. Meskipun sekolah tersebut hanya menyimpan bayangan kejayaannya di masa lalu, keyakinan Hinata tidak goyah sampai ia mengetahui bahwa Tobio Kageyama—sang jenius yang mempermalukan tim voli sekolah menengah Hinata dalam kekalahan telak—kini menjadi rekan satu timnya.
Untuk mewujudkan keinginannya meninggalkan jejak di dunia bola voli—yang sering dianggap sebagai ranah para pemain tinggi dan kuat—Hinata harus menyelesaikan perbedaan pendapatnya dengan Kageyama. Hanya ketika Hinata mempelajari apa yang dibutuhkan untuk menjadi bagian dari sebuah tim, barulah ia dapat bergabung dalam perlombaan menuju puncak dengan sungguh-sungguh.
No Game No Life
MadhouseEnam belas ras berakal menghuni Disboard, sebuah dunia yang diawasi oleh Tet, Sang Dewa Sejati. Ras terendah dari keenam belas ras tersebut—Imanitas—terdiri dari manusia, ras yang tidak memiliki kemampuan sihir. Di tempat di mana segala sesuatu diputuskan melalui permainan sederhana, umat manusia tampaknya tidak memiliki jalan keluar dari kesulitan mereka—tetapi kedatangan dua orang asing membawa perubahan.
Di Bumi, saudara tiri Sora dan Shiro adalah dua penyendiri yang tak terpisahkan yang mendominasi berbagai permainan daring dengan nama pengguna “Blank.” Meskipun terkenal di internet, keduanya percaya bahwa hidup hanyalah permainan membosankan lainnya. Namun, setelah menanggapi pesan dari pengguna yang tidak dikenal, mereka tiba-tiba dipindahkan ke Disboard. Pengirim misterius itu ternyata adalah Tet, yang memberi tahu mereka tentang aturan absolut dunia tersebut. Setelah Tet pergi, Sora dan Shiro memulai pencarian informasi lebih lanjut dan tempat tinggal, yang membawa mereka ke Elkia—satu-satunya kerajaan Imanity yang tersisa.
Di sana, keduanya bertemu dengan Stephanie Dola, seorang gadis emosional yang menginginkan kedaulatan kerajaan. Dalam keputusasaan, ia mencoba merebut kembali takhta ayahnya, tetapi kenekatannya membuat tujuannya tidak tercapai. Terinspirasi oleh motivasi dan semangat gadis itu, Sora dan Shiro memutuskan untuk membantu Stephanie dalam membangun kembali Elkia, dan pada akhirnya bertujuan untuk menjadi penguasa baru kerajaan yang penuh teka-teki itu.